Lampung Utara LM – Masyarakat mengeluhkan tumpukan sampah sisa konser musik Tenxi dan Perunggu yang digelar dalam rangka Skyland Fest di Lapangan Stadion Sukung Kotabumi. Sampah berupa plastik, kemasan makanan, hingga jas hujan sekali pakai tampak berserakan di area stadion dan menimbulkan persoalan lingkungan yang serius.
Tam, salah seorang warga setempat yang rutin berolahraga lari pagi di kawasan stadion, mengaku kecewa dengan kondisi lapangan pasca-acara.
“Banyak sampah berserakan, terutama bekas jas hujan. Di dalam lapangan parah sekali,” ujarnya. Senin (19/1/2026)
Meski konser berlangsung meriah dan menyedot antusiasme penonton, dampak yang ditinggalkan justru menyulitkan petugas kebersihan serta mencemari fasilitas publik yang seharusnya dijaga bersama.
Saat dikonfirmasi, salah satu pihak panitia bernama Rakanta menyebut bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Utara terkait penanganan sampah.

Namun pernyataan tersebut dibantah langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lampung Utara, Ina Sulistya. Ia menegaskan bahwa panitia justru terkesan lepas tangan dan tidak menunjukkan tanggung jawab pasca kegiatan.
“Mereka hilang entah ke mana. Suratnya saja yang masuk, sementara kita tahu sendiri kondisi petugas kebersihan sekarang bagaimana,” kata Ina.
Menurutnya, pihak DLH telah berulang kali mencoba menghubungi panitia melalui Kepala Seksi terkait, namun tidak mendapat respons.
“Tidak ada tanggung jawab sama sekali, meskipun sudah berkali-kali dihubungi,” tegasnya.
“Kini sampah telah berhasil kami bersihkan, kondisi stadion kini sudah bersih dari sampah” Kata Ina
“Perugas kebersihan dispora yang ngurus stadion ada, cuma perugas-petugas kebersihan DLH memang selalu ada untuk membersihkan jalur stadion” ungkapnya.
“Setiap abis konser pasti sampah membludak, biasanya jauh hari mereka sudah kordinasi dibidang kebersihan kalo ada yang ada acara-acara besok sudah komunikasi dengan kabid atau kasi bidang PSLB3” terang Ina.
Ina juga berharap ke depan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung Utara lebih selektif dan tegas sebelum mengeluarkan izin kegiatan di fasilitas publik.
“Lain kali saya bilang ke Dispora, kalau ada yang mau menyelenggarakan kegiatan dan belum ada konfirmasi dari kami, sebaiknya ditunda dulu. Supaya jelas komitmennya seperti apa,” ujarnya.
Tak hanya persoalan sampah, kondisi Lapangan Stadion Sukung Kotabumi juga dilaporkan mengalami kerusakan. Permukaan lapangan terlihat rusak menyerupai sawah, dengan banyak jejak kendaraan yang melintas di area rumput stadion.
Masyarakat pun berharap agar pemerintah daerah menindak tegas penyelenggara kegiatan yang abai terhadap kebersihan dan kelestarian fasilitas umum, serta memastikan setiap event memiliki komitmen tanggung jawab lingkungan yang jelas. Hingga berita ini dirilis belum ada tanggapan resmi dari Dispora Kabupaten Lampung Utara. (Ipul)





