Keluarga Hormati SOP Basarnas, Pencarian Korban Way Sesah Dihentikan Sementara

LAMPUNG UTARA LM – Pencarian terhadap Muda Pandawa (58), warga Jalan Dahlia, Kotabumi, Lampung Utara, yang dilaporkan hilang diduga terseret arus sungai sejak Kamis sore (26/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, kembali dilanjutkan pada Jumat malam (27/2/2026).

Tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), BPBD, Damkar, dan Kepolisian Lampung Utara mengerahkan personel untuk melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Kepala Pos Basarnas Tulang Bawang, Zian Fazri, bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lampung Utara, M. Toha, turut turun langsung memantau jalannya operasi pencarian.

Operasi difokuskan di aliran Sungai Way Sesah, lokasi terakhir korban diketahui hilang. Tim SAR bersama relawan dan masyarakat sekitar menyisir sungai menggunakan perahu karet serta perahu tradisional.

Meski penyisiran dan penyelaman telah dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tersangkut—seperti di akar pohon, bebatuan, maupun endapan lumpur di dasar sungai—korban hingga kini belum berhasil ditemukan.

Salah seorang warga yang ikut dalam pencarian mengaku telah beberapa kali melakukan penyelaman di titik-titik yang dianggap berpotensi.

“Beliau memang biasa memasang jaring dan memancing di wilayah sungai ini, jadi sangat paham kondisi lokasi. Tapi upaya penyelaman belum membuahkan hasil,” ujar warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Kepala Pos Basarnas Tulang Bawang, Zian Fazri, akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pada pukul 22.00 WIB.

Menurutnya, kondisi gelapnya malam sangat membatasi jarak pandang tim di lapangan sehingga pencarian menjadi tidak efektif dan berisiko tinggi.

“Kita ada SOP yang harus dipatuhi. Jadi malam ini pukul 22.00 WIB saya hentikan, dan kita lakukan pemantauan,” tegas Zian.

Perwakilan keluarga korban, Bahrun Iskandar, yang merupakan kakak ipar korban, menyampaikan bahwa pihak keluarga memahami keputusan tersebut karena didasarkan pada standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Berdasarkan briefing dari Basarnas, tidak memungkinkan pelaksanaan pencarian pada malam hari karena mengandung risiko tinggi. Tim Basarnas punya SOP dan keluarga menghormati itu,” ungkap Bahrun.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Damkar, relawan, dan masyarakat setempat atas upaya pencarian yang telah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan.

Pencarian dijadwalkan akan kembali dilanjutkan esok hari bersama tim gabungan dan relawan, termasuk melibatkan penyelam tradisional yang bersedia membantu proses pencarian. (Ipul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *