SPMB Online Dikeluhkan Warga Lampung Utara, Disdik Lampung: Sistem Harus Ikuti Juknis dan Verifikasi Ketat

Gambar dibuat oleh teknologi AI

KOTABUMI LM – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online tingkat SMA di Kabupaten Lampung Utara menuai berbagai keluhan dari masyarakat. Sejumlah wali murid mengaku mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran secara daring, mulai dari kendala teknis, ketidakpahaman penggunaan aplikasi, hingga berakhirnya masa pendaftaran sebelum data berhasil diperbaiki.

Keluhan banyak disampaikan oleh orang tua calon siswa yang mendaftar melalui jalur afirmasi, yakni jalur yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. Ironisnya, sebagian dari mereka justru harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan bantuan dalam proses pendaftaran online.

Maryati, warga Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, mengaku harus membayar jasa rental komputer sebesar Rp50 ribu agar anaknya dapat didaftarkan ke SMA Negeri 1 Kotabumi.

“Saya tidak paham cara daftarnya. Akhirnya minta bantuan di rental komputer dan harus bayar. Walaupun kondisi ekonomi sedang sulit, saya tetap usahakan demi pendidikan anak,” ujarnya.

Sementara itu, Marpuni, warga Kelurahan Kota Alam, mengaku gagal mendaftarkan anaknya ke SMA Negeri 3 Kotabumi melalui jalur afirmasi karena terdapat kekurangan dokumen yang menyebabkan pendaftaran ditolak sistem.

Karena tidak memahami prosedur aplikasi, dirinya tidak menyadari adanya kekurangan data hingga batas waktu pendaftaran berakhir.
“Awalnya saya kira sudah berhasil. Ternyata ada data yang kurang dan pendaftaran ditolak sistem. Saat tahu, waktunya sudah habis,” katanya.

Permasalahan lain juga muncul pada tahapan seleksi SMA Unggul. Sejumlah orang tua mengaku kesulitan memperoleh informasi terkait jadwal Tes Potensi Akademik (TPA). Mereka mengeluhkan minimnya informasi yang tersedia dalam aplikasi maupun kartu peserta.

“Kami bingung apakah anak masih terdaftar atau tidak. Informasi katanya diumumkan lewat media sosial sekolah, sedangkan tidak semua orang tua aktif menggunakan media sosial,” ungkap Wiwik, warga Kelurahan Tanjung Harapan.

Selain itu, beberapa wali murid mengaku harus berulang kali mengunggah dokumen karena sistem mengalami gangguan. Bahkan ada calon siswa yang batal mendaftar akibat berkas yang diunggah tidak terbaca atau ditolak oleh sistem.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa sistem pendaftaran telah dirancang sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku dan seluruh sekolah telah menyiapkan panitia penerimaan untuk memberikan layanan konsultasi kepada masyarakat.

“Persyaratan memang harus dipenuhi sesuai juknis. Sekolah juga sudah menyiapkan panitia penerimaan untuk membantu dan memberikan konsultasi kepada masyarakat. Namun jika persyaratan tidak sesuai, sistem otomatis akan menolak. Sebaliknya, jika seluruh dokumen lengkap, tentu akan diterima dalam proses verifikasi,” kata Thomas.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar pada program SMA Unggul tahun ini mengalami lonjakan signifikan.

“Tahun ini pendaftar SMA Unggul mencapai sekitar 29 ribu peserta. Tahun lalu hanya sekitar 14 ribu. Seluruh data kami verifikasi agar proses berjalan adil dan transparan,” jelasnya.

Menurut Thomas, penggunaan sistem digital bertujuan untuk menjaga objektivitas dan transparansi proses seleksi. Namun ia mengakui bahwa tidak semua peserta dapat diterima karena keterbatasan kuota yang telah ditetapkan.

“Kami harus mengikuti aturan dan kuota yang tersedia. Tidak mungkin seluruh pendaftar diterima. Karena itu proses seleksi harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sekali lagi kami mohon maaf apabila masih terdapat kendala yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah dapat meningkatkan layanan pendampingan langsung di sekolah maupun menyediakan pusat bantuan khusus agar orang tua yang belum terbiasa menggunakan teknologi tetap dapat mengakses layanan pendidikan dengan mudah dan tanpa hambatan. (Ipul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *