Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, SDN 2 Rejosari Kotabumi Gelar Pawai Budaya

LAMPUNG UTARA LM – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, SD Negeri 2 Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, menggelar pawai budaya yang berlangsung meriah dengan melibatkan para siswa-siswi dan tenaga pendidik.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia, serta menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan sejak dini kepada para peserta didik. Rabu (28/10/2026)

Pawai budaya semakin semarak dengan penampilan marching band yang mengiringi jalannya kegiatan. Para siswa-siswi juga tampil mengenakan beragam pakaian adat, mencerminkan kekayaan budaya Nusantara yang menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Kepala SD Negeri 2 Rejosari, Sopiyati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk peringatan Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga sarana pendidikan bagi siswa untuk mengenal dan menghargai keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.

“Melalui kegiatan pawai budaya ini, kami ingin menanamkan kepada anak-anak pentingnya persatuan, kebersamaan, dan rasa cinta terhadap Tanah Air. Mereka perlu memahami bahwa Indonesia memiliki beragam suku, bahasa, dan budaya, tetapi semuanya tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” ujar Sopiyati.

Menurutnya, peringatan Hari Sumpah Pemuda memiliki makna penting bagi generasi muda, khususnya para pelajar, agar terus menumbuhkan semangat belajar, menjaga persaudaraan, serta menghargai perbedaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Ia berharap, kegiatan semacam ini dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi siswa. Dengan begitu, nilai-nilai perjuangan para pemuda yang telah diikrarkan pada 28 Oktober 1928 dapat terus dikenang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, anak-anak tidak hanya merasakan kemeriahan kegiatan ini, tetapi juga memahami makna Sumpah Pemuda. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus memiliki semangat persatuan, rasa tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang guru SD Negeri 2 Rejosari, Devi Apriani, yang turut mengenakan pakaian adat Lampung, mengungkapkan bahwa keterlibatan guru dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pendidikan karakter sekaligus upaya memperkenalkan budaya daerah kepada para siswa.

“Sebagai warga Lampung, kita patut bangga dengan budaya daerah yang kita miliki. Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa melihat secara langsung keberagaman pakaian adat dan belajar menghargai warisan budaya bangsa,” kata Devi.

Ia menilai, pengenalan budaya sejak usia sekolah dasar sangat penting agar generasi muda tidak melupakan identitas daerahnya di tengah perkembangan zaman.

“Budaya harus terus diperkenalkan kepada anak-anak sejak dini. Kita ingin mereka mengenal budaya Lampung, mencintai budaya Indonesia, dan tetap menghormati budaya daerah lainnya. Sebab, perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah, melainkan kekayaan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda melalui pawai budaya tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat kebangsaan di lingkungan sekolah. Tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa persatuan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman merupakan nilai penting yang harus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa sejak dini. (Ipul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *