KH Nurullah Qomaruddin Diduga Melakukan Upaya Intimidasi Terselubung untuk “Manipulasi Keadilan”

LAMPUNG UTARA LM – Ketua Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo, KH Nurullah Qomaruddin, diduga melakukan upaya Intimidasi Terselubung” untuk “Manipulasi Keadilan” dalam penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap lima santriwati di lingkungan Arriyadl Nusantara Global Islamic Boarding School (ANAGIBS), Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara.

Dugaan itu datang dari pengakuan orang tua korban yang menyebut adanya upaya pendekatan untuk menyelesaikan perkara melalui perdamaian.

Pengakuan itu disampaikan orang tua korban saat mengadukan persoalan tersebut kepada Ketua Laskar Lampung Indonesia, Adi Candra.

“Pak KH Qomaruddin datang ke rumah kami bersama istrinya. Merayu agar kasus ini didamaikan. Dia katakan akan segera mengeluarkan pelaku dari Polres. Kami belum jawab, kami cari keadilan, bukan perdamaian,” ungkap orang tua korban.

Mendengar aduan tersebut Ketua Laskar Lampung Indonesia. Adi Candra mendesak aparat penegak hukum mendalami keterangan orang tua korban, terkait adanya upaya memengaruhi keluarga korban agar menghentikan atau menyelesaikan perkara di luar proses hukum.

“Ini Ketua MUI atau makelar kasus? Seharusnya MUI melindungi umat. Kalau benar ada upaya mendamaikan perkara dugaan pencabulan terhadap anak, ini harus diperiksa secara serius,” ujar Ketua Laskar Lampung Indonesia itu geram.

Adi Candra juga menegaskan Laskar Lampung mendesak 3 hal:

1. PECAT QOMARUDIN DARI KETUA MUI LAMPURA SEKARANG JUGA!

“MUI Provinsi dan Pusat harus copot Qomarudin karena telah menghancurkan marwah MUI sebagai pelindung predator anak” kata Adi

2. POLRES LAMPURA JANGAN ADA KATA DAMAI TAHAN PREDATOR & PERIKSA QOMARUDIN!

“Kasus pelecehan dan kekerasan seksual tidak dapat diselesaikan melalui jalur damai, mediasi (restorative justice), atau pendekatan kekeluargaan” terangnya

“Untuk itu Polres tidak boleh menerima upaya damai, periksa Qomarudin atas dugaan merintangi penyidikan dan percobaan membujuk korban di bawah umur untuk damai” tegas Adi

Terakhir Laskar Lampung mendesak Kemenag tutup Ponpes Wali Songo dan Arriyadl Nusantara Global Islamic Boarding School (ANAGIBS)

“Senin kami geruduk Kemenag. Kami bawa orang tua korban. Jika Qomarudin tidak dicopot dan ponpes predator itu tidak ditutup, kami akan duduki Kantor MUI dan Kemenag sampai tuntas. Kami perang melawan predator anak dan bekingnya, tanpa kompromi!” tukasnya. (Ipul)

Pos terkait