Lampung Utara LM – Kabel fiber optik atau kabel jaringan internet yang menjuntai rendah di kawasan Taman Gading, tepatnya di sekitar Tugu Payan Mas, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, menjadi ancaman serius bagi keselamatan publik. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan para pengunjung taman, pedagang kaki lima, hingga anak-anak yang sedang bermain.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah kabel jaringan terlihat menggantung rendah bahkan hampir menyentuh kepala orang dewasa. Kabel-kabel tersebut berasal dari tiang jaringan internet milik salah satu penyedia layanan (provider) yang roboh akibat diterjang angin puting beliung beberapa waktu lalu.
Menurut keterangan para pedagang yang beraktivitas di sekitar taman, tiang jaringan tersebut roboh sejak Sabtu sore, 14 Februari 2026, saat angin kencang disertai puting beliung melanda wilayah Kotabumi. Namun hingga kini, kondisi tersebut belum juga mendapat perbaikan dari pihak terkait.
Salah seorang pedagang di area Taman Gading mengaku khawatir dengan keberadaan kabel yang menjuntai rendah itu karena berpotensi mencelakai masyarakat.
“Ini semenjak angin puting beliung itu roboh, sampai sekarang belum juga dibenerin. Kabelnya jadi menjuntai seperti ini. Kami khawatir kalau sampai tersangkut orang atau kendaraan,” ujarnya.
Kondisi kabel yang semrawut tersebut tidak hanya merusak estetika kawasan taman yang menjadi salah satu ruang publik di Kotabumi, tetapi juga menimbulkan potensi bahaya seperti tersangkut kendaraan, melukai pejalan kaki, hingga risiko korsleting apabila terjadi kerusakan pada jaringan.
Fenomena kabel jaringan internet yang terpasang secara semrawut memang kerap menjadi persoalan di sejumlah daerah. Hal ini sering kali disebabkan oleh pemasangan yang tidak tertata, minimnya pengawasan, bahkan diduga adanya kabel jaringan ilegal yang dipasang tanpa memperhatikan standar keselamatan.
Masyarakat dan para pedagang di sekitar Taman Gading berharap pihak penyedia layanan internet maupun instansi terkait dapat segera turun tangan memperbaiki tiang yang roboh serta menata kembali kabel-kabel yang menjuntai agar tidak membahayakan masyarakat.
Selain itu, mereka juga meminta pemerintah daerah untuk lebih tegas dalam melakukan pengawasan terhadap pemasangan jaringan kabel di ruang publik, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kalau dibiarkan terus seperti ini tentu berbahaya. Kami berharap segera diperbaiki sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah pedagang tersebut.
Dengan kondisi taman yang kerap menjadi tempat berkumpul masyarakat, terutama pada sore dan malam hari, penanganan cepat dari pihak terkait dinilai sangat diperlukan demi menjamin keselamatan serta kenyamanan pengunjung. (Ipul)





