Pencarian Korban Tenggelam di Way Sesah Libatkan Basarnas hingga Pendekatan Spiritual

Lampung Utara LM – Upaya pencarian korban tenggelam di Way Sesah, Gang Singgah Mata I, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, terus dilakukan dengan memadukan metode teknis SAR dan pendekatan spiritual.

Tim gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), BPBD, Damkar, serta Kepolisian Kabupaten Lampung Utara dikerahkan ke lokasi. Dalam operasi tersebut, diturunkan tiga perahu, satu unit dari Basarnas dan dua unit dari BPBD dengan total personel 8 orang dari Basarnas, 15 orang dari BPBD, 7 orang dari Damkar, dan 8 orang dari Kepolisian.

Kepala Pos Basarnas Tulang Bawang, Zian Fazri, menjelaskan bahwa tim menggunakan metode perahu bermanuver memutar di titik yang dicurigai sebagai lokasi korban tenggelam. Jum’at (27/2/2026)

Teknik ini bertujuan menciptakan turbulensi atau pusaran air agar korban yang berada di dasar perairan dapat terangkat ke permukaan. “Tim berupaya menciptakan arus bawah air yang kuat untuk mengangkat korban atau benda yang berada di dasar air,” ujar Zian.

Ia menjelaskan, perahu karet atau Rigid Inflatable Boat (RIB) bermanuver memutar di sekitar titik jatuhnya korban untuk menciptakan pusaran air. Teknik ini dikombinasikan dengan metode penyisiran search pattern serta manuver Williamson turn (pola angka delapan) guna mendekati lokasi korban secara cepat dan terarah.

Metode tersebut dinilai efektif digunakan di perairan dangkal atau area dengan arus yang tidak terlalu deras, sehingga dapat memicu korban mengapung ke permukaan.

Selain itu, tim juga melakukan penelusuran di titik-titik yang dicurigai, seperti tumpukan sampah atau area yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut.

“Melihat kondisi arus yang lumayan kencang, sementara kontur dasar sungai kadang landai dan kadang terdapat pepohonan tumbang, pencarian dilakukan dengan ekstra hati-hati,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Utara yang turut turun langsung ke lokasi menyampaikan bahwa selain upaya teknis, pendekatan spiritual juga dilakukan atas permintaan keluarga dan relawan sebagai ikhtiar tambahan agar korban segera ditemukan.

“Mereka yang memiliki kemampuan untuk berdoa, mari kita bersama-sama berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar jenazah korban segera ditemukan,” tandasnya. (Ipul)

Pos terkait