PGRI Lampung Utara Salurkan Langsung Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera Barat

Lampung Utara LM — Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Lampung Utara tahun ini tidak hanya dirayakan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum aksi kemanusiaan nyata untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana banjir bandang di Sumatera Barat.

Berbagai elemen mulai dari pengurus PGRI, guru, siswa, hingga masyarakat ikut ambil bagian dalam penggalangan bantuan. Ike Maria Sari, juru bicara tim relawan sekaligus anggota PGRI Cabang Bukit Kemuning, menyampaikan bahwa aksi sosial ini digagas sebagai bentuk solidaritas atas kondisi darurat yang masih dirasakan masyarakat di wilayah terdampak.

“Bantuan yang terkumpul berupa lebih dari 7 ton beras, sekitar 10 ribu bungkus mie instan, serta uang tunai sebesar Rp25.780.000,” ujar Ike Maria Sari.

Dana dan barang ini dihimpun melalui kontribusi dari siswa TK, SD, dan SMP di Kecamatan Bukit Kemuning dan Abung Tinggi, Lampung Utara dengan partisipasi setiap siswa menyumbang 2 canting beras dan 2 bungkus mie instan.

Selain itu, berbagai elemen masyarakat juga ikut menyumbang dalam bentuk dana tunai dan sembako, antara lain guru, anggota Muslimat, NU, pegawai puskesmas, Laskar Merah Putih, serta organisasi-organisasi masyarakat seperti FKMB (Forum Komunikasi Masyarakat Bersatu), FK KBSB (Forum Komunikasi Keluarga Besar Sumatra Barat), Pramuka Peduli, Ansor dan Banser yang menghimpun dukungan dari masyarakat Bukit Kemuning dan Abung Tinggi.

Untuk mempercepat distribusi bantuan ke lokasi yang memang masih sulit dijangkau, tim relawan mengerahkan 12 kendaraan terdiri dari mobil pickup dan ambulans. Kendaraan-kendaraan ini dipilih karena lebih lincah dan mampu menembus akses jalan yang rusak atau hanya memungkinkan dilewati kendaraan berukuran kecil — kondisi yang sering terjadi di wilayah terdampak bencana akibat kerusakan infrastruktur seperti jembatan darurat dan jalan terputus.

Tim kemudian bergerak menuju beberapa titik di provinsi Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, wilayah Gunung Pangilun, dan beberapa titik di Kabupaten Pariaman serta sekitarnya untuk menyerahkan bantuan logistik secara langsung ke warga dan relawan setempat.

Dalam laporannya, Ike Maria Sari menyatakan, “Kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan, baik dalam bentuk kebutuhan pokok maupun dukungan moril.” Pernyataan ini mencerminkan situasi bencana saat ini di mana kebutuhan bantuan masih sangat tinggi, bahkan di tengah upaya pemerintah untuk mempercepat tanggap darurat dan pemulihan di wilayah yang terdampak luas oleh banjir dan longsor.

Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan mengapresiasi bantuan yang disalurkan melalui PGRI dan Relawan ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Barat, dan menurut Kadis Pendidikan Sukatno, pihaknya masih terus melakukan penggalangan dana yang nantinya juga akan disalurkan kepada daerah daerah yang mengalami bencana di Sumatera Barat, Sumatra Utara dan Aceh. (Ipul) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *