LAMPUNG UTARA LM – Semakin jelas bahwa tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pelecehan seksual yang dialami lima santri berada di Pondok Pesantren Wali Songo.
Hal tersebut diakui langsung oleh KH. M. Noer Qomarudin, selaku pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Wali Songo, saat menggelar jumpa pers.
“Sekolah ini kan bukan Arriyadl” tegas KH. Qomarudin.
Ia menjelaskan bahwa tempat tersebut merupakan lokasi berkumpulnya santri dan santriwati pilihan dari Pondok Pesantren Wali Songo.
“Ini adalah Pondok Wali Songo pilih, jadi yang dari Pondok Pesantren Wali Songo di sisihkan di sini biar gak mengganggu yang lain” terangnya.
Terkait perizinan, KH. Qomarudin membenarkan keterangan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Lampung Utara, Ahmad Syabani, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico.
“Memang belum ada ijinnya, kita belum ijin, belum buat Sekolah masih Wali Songo” kata KH. Qomarudin.
Sebenarnya, masyarakat tidak sekadar menerka-nerka terkait keberadaan Arriyadl Nusantara Global Islamic Boarding School (ANAGIBS). Sebab, KH. M. Noer Qomarudin sendiri yang sebelumnya menyampaikan kepada publik bahwa lokasi kejadian berada di Arriyadl saat memberikan klarifikasi.
“Pas ada acara di Pondok, Global Boarding Schol Arriyadl, namanya Arriyadl benarnya Boarding Schol, Blambangan” ucapnya saat itu. (Ipul)
