Videonya Sedang Berjoget Viral, Kades Somokaton, Icha Klarifikasi Itu Video Lama

Lampung Utara LM – Sebuah video yang memperlihatkan Kepala Desa Somokaton, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, bernama Icha, sedang berjoget di tengah aksi demonstrasi di Jakarta kembali viral di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Video yang tersebar di platform seperti TikTok dan Instagram itu memicu beragam reaksi dari netizen karena dikaitkan dengan demo kepala desa terbaru yang berlangsung di ibu kota.

Dalam unggahan awal, video tersebut diberi narasi seolah-olah Icha ikut serta dalam aksi demo Dana Desa yang berlangsung pada 8 Desember 2025, bersama para kepala desa yang menuntut pencabutan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 tentang pengalokasian dana desa. Narasi di beberapa unggahan juga menyebutkan tuntutan untuk Presiden Prabowo Subianto mencabut aturan yang dianggap memberatkan administrasi pencairan dana desa.

Namun, saat dimintai klarifikasi, Icha menegaskan bahwa video yang kini ramai dibahas bukan rekaman dari aksi demonstrasi tahun 2025. Ia mengungkapkan bahwa video tersebut merupakan dokumentasi lama dari aksi kepala desa tahun 2023, ketika para kepala desa menggelar aksi untuk menuntut perpanjangan masa jabatan mereka.

Ia menyatakan bahwa penyebaran video tersebut dengan konteks baru merupakan framing negatif yang merugikan dirinya sebagai kepala desa.

Icha juga menegaskan bahwa pada tanggal yang disebut dalam narasi viral video, yaitu 28 Desember 2025, dirinya tidak berada di Jakarta dan tidak mengikuti aksi demonstrasi apapun. Ia mengatakan pada hari itu justru berada di desanya untuk melayani warga, termasuk mengantar pasien ke rumah sakit dan menghadiri kegiatan komunitas warga.

“Video itu adalah video lama saya, kami 1000% tidak berangkat kejakarta, kami dalam pelayanan masyarakat” kata icha dalam video klarifikasinya yang beredar luas.

“Di jam 08:00 Pagi, kami mengantarkan pasien ke RSUD Sleman, Setelah itu lanjut ada rapat di Bina Karya Kabupaten Magelang, Setelah selesai rapat Bina Karya Magelang, kami jemput pasien kami, Di sore harinya ada warga kami yang meninggal, kami juga (melakukan) pelayanan di masyarakat kami, Malamnya kami juga tahlilan di warga kami, jadi untuk itu, video yang viral saat ini adalah hoaks” terangnya lebih lanjut dalam video tersebut.

Ia juga mengaku sempat diminta konfirmasi oleh pihak kepolisian setempat terkait video yang kembali viral itu. Menurut Icha, video lama itu kemudian dipolitisasi atau dipakai untuk menjatuhkan reputasinya melalui persepsi publik yang salah.

“Ya kan itu video lama. Ini barusan saya juga di WA dari Polres (menanyakan video tersebut). Itu kan video sudah lama waktu apa (tahun 2023), tuntutan naik jabatan, kenapa di-framing sekarang?,” kata Icha. Dikutip dari detikJateng, Rabu (10/12)

Lebih jauh, Icha menolak anggapan bahwa semua kepala desa memiliki perilaku negatif seperti yang ditunjukkan dalam video tersebut. Ia menilai tidak adil jika satu video dijadikan representasi sebagian besar kepala desa yang bertugas secara profesional.

Hingga kini, video yang semula diunggah di akun TikTok @suararakyat_45 itu telah mendapatkan puluhan ribu likes dan ribuan komentar, serta memicu diskusi luas di media sosial tentang cara menilai konten viral dan pentingnya mengecek konteks waktu sebelum menyebarkannya kembali. (Ipul)

Pos terkait