Plh Karutan Kotabumi Iwan Patra Tegaskan Komitmen Zero Halinar: “Beri Kami Waktu untuk Berbenah”

Lampung Utara LM – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotabumi, Iwan Patra, resmi menggantikan Marthen Butar Butar. Dalam kepemimpinannya, Iwan menegaskan komitmen kuat untuk melakukan pembenahan menyeluruh di lingkungan rutan.

“Beri kami waktu untuk berbenah,” ujar Iwan Patra, menegaskan keseriusannya dalam membangun kembali kepercayaan publik serta menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.

Salah satu fokus utama yang diusung adalah penerapan Zero Halinar, yakni komitmen tegas untuk memberantas keberadaan handphone ilegal, pungutan liar (pungli), dan narkoba di dalam rutan. Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Iwan menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi siapapun yang melanggar aturan tersebut, baik petugas maupun warga binaan. “Kami berkomitmen Zero Halinar, baik petugas maupun warga binaan sepakat untuk itu” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, pihak Rutan juga akan melaksanakan deklarasi dan penandatanganan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen kolektif seluruh jajaran dalam menjaga integritas.

Tak hanya berfokus pada penegakan aturan, Iwan juga menekankan pentingnya pembinaan warga binaan sebagai tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, media, dan pemerintah daerah, untuk turut berperan aktif dalam mendukung program pembinaan di dalam rutan.

“Warga binaan adalah bagian dari masyarakat. Mereka harus kita siapkan agar mampu kembali dan beradaptasi dengan lingkungan sosial secara lebih baik setelah menjalani masa pidana,” ujarnya.

Selain itu, sinergi dengan berbagai pihak juga diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban di dalam rutan, terutama dalam menghadapi momen-momen penting seperti hari besar keagamaan.

Dengan langkah-langkah tersebut, Plh Karutan Kotabumi berharap Rutan Kelas IIB Kotabumi dapat menjadi rumah Tahanan yang lebih humanis, bersih, dan profesional, sekaligus mampu mencetak warga binaan yang mandiri dan siap kembali ke tengah masyarakat. (Ipul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *