Pesisir Barat, LM – Masyarakat Kecamatan Ngaras berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Way Ngaras sepanjang kurang lebih 200 meter yang berada di Pekon Bandar Jaya. Warga menilai diperlukan keseriusan Dinas PUPR Provinsi Lampung serta Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk menormalisasi sekaligus melakukan bronjong di lokasi tersebut.
Pasalnya, kerusakan yang ditimbulkan akibat abrasi sungai sudah sangat mengkhawatirkan. Aliran Way Ngaras terus mengikis badan jalan yang menjadi akses penghubung utama bagi sedikitnya enam pekon. Jika tidak segera ditindaklanjuti, warga khawatir jalan tersebut akan putus total. Kondisi ini disampaikan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Ketua LHP Pekon Bandar Jaya, Nurhadi, bersama Ketua Pemuda Adil Aris dan Peratin Bandar Jaya Johansyah, menjelaskan bahwa upaya penanganan telah diusulkan sejak lama.
“Langkah-langkah sudah kami jalankan sejak tahun 2021. Proposal permohonan normalisasi telah diajukan ke Dinas PUPR Provinsi Lampung. Setelah banjir bandang yang terjadi baru-baru ini, kami juga kembali mengajukan permohonan kepada Bupati Pesisir Barat,” tegas Nurhadi.
Sementara itu, Prof. Hi. Aidin Adlan, Ketua Pemekaran Kabupaten Pesisir Barat, saat dihubungi melalui sambungan telepon, berharap Bupati Pesisir Barat Didi Irawan dapat segera merespons keluhan masyarakat tersebut.
“Kami berharap ini menjadi prioritas utama karena menyangkut kebutuhan dan keselamatan warga,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Barat, Mesrawan, saat dikonfirmasi terkait permintaan masyarakat mengenai normalisasi dan bronjong Sungai Way Ngaras di area jalan yang tergerus air, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut.
“Kami akan menindaklanjuti, namun masyarakat dimohon untuk bersabar,” katanya.
Camat Ngaras, Parmi, juga membenarkan adanya keresahan warga terkait kondisi jalan penghubung tersebut. Ia menyebutkan bahwa persoalan ini sudah mendapat perhatian dari Bupati Pesisir Barat.
“Sudah ada respons dari Bupati. Bahkan Ketua Apdesi dan peratin dari sembilan pekon telah dipanggil untuk audiensi guna melaporkan kondisi tersebut. Kita berharap perhatian pimpinan daerah dapat segera terealisasi,” tutup Camat Ngaras. (Aksondi MZ)
